sebuah cerita tentang orang yang mencari keadilan

welcome = )

selamat datang untuk para pembaca. disini saya akan menceritakan suatu cerita fiktif yang mungkin dapat memberikan inspirasi untuk kalian semua. cerita2nya akan dibagi perbagian, maka jika tertarik, kalian semua bisa melihat cerita2 yang telah saya buat berikutnya dari blog archive yang saya punya. selamat membaca :)

dan buat yang baru pertama kali buka blog ini, bacanya dari prolog dulu ya hehe

sorry

maaf ya kalau suka telat posting abisan kan sibuk juga sekolah hehe maaf ya readolls, tp tetep follow sama tetep baca ya semuanyaaaaa thankyouuuu :)

Monday, November 30, 2009

asking...

"kalau aku orang kaya, aku bisa beli apapun yang aku mau, ya? terus kalau uangnya abis gimana?"

"emangnya kalau kira orang kaya kita bisa jadi pinter, ya? kok orang-orang yang naik mobil itu baru aja buang sampah dari kaca jendela, sih? bukannya gak boleh? aku aja yang miskin tau..."

"setau aku kalau ngeliat Michelle... dia itu kaya, tapi jarang banget ketemu sama mama papanya. kalau aku orang kaya, apa aku juga bakalan jarang ketemu sama Syma dan mama?"

"kemarin aku baru aja dikirimin surat sama Michelle, kata dia dia kangen banget sama aku. dia pengeeen banget kerumahku yang baru. tapi neneknya nggak ngebolehin dia ke tempat kumuh. berarti kekayaan bisa ngerusak persahabatan juga dong ya?"

"kalau belanja sayur di mall tuh mahal, kalau dipasar murah, kualitasnya juga terjamin kok. tapi kenapa orang-orang kaya itu kayak jijik ya pergi ke pasar? padahal siapa tau barang-barang di mall itu juga asalnya dari pasar tapi dibikin lebih bagus, bisa kan?'

"berapa sih harta yang mereka punya? kalau mati emangnya uang dibank mereka dikeluarin semuaaaaa dulu terus baru dikubur barengan? ribet bangeeeet!"

"aku nulis buku harian kayak gini bukan mau nyindir orang miskin ya, Chelle. Aku cuma lagi berusaha mikir bagusnya kayak gimana. miskin nggak, kaya nggak, sederhana nggak juga."

"oh mungkin aku lebih baik jadi orang sederhana yang miskin tapi kaya aja kali ya?"

"ya Tuhan aku bahkan nggak ngerti aku ngomong apa"




a part of a diary

No comments:

Post a Comment